Sabtu, 08 November 2014

Hujan Hari Ini


Petir dan getir
Mengisyaratkan kalbu yang teriris tipis berlapis
Terseok-seok membawa seember tadahan air hujan
Tak kuat,
Jatuh terkulai dan tergeletak


Petir dan getir
Membaur lirih dalam dekap langit
Kurasa sedikit hangat oleh pelukan semilir angin
Perlahan menghapus bayang-bayang masalalu


Petir dan getir
Menyeruak menyambar langkah gontai sang pengharap
Melangkah beriringan dengan seember air yang kian lama kian habis berceceran

Petir dan getir
Seperti keping logam yang tak menyatu,
Dan kuhapus airmata kasih yang sempat terurai
Akhirnya musnah,
Hilang dan mengalir
Bersama HUJAN HARI INI.

Surabaya, 23 Desember 2012

Hidayatul Ilmiah

Enggan Tumbuh dengan Akar Asing


Layu
Mengering
Mengeras
Gugur
Lalu mati
Tiap detik musim kemarau
Runtuh daun kemuning bak semburat cahaya kunang-kunang
Perlahan tersapu angin, hilang
Musnah
Berhamburan bersama debu
Sendiri
Diam
Terpojok
Bergandengan
Bersama
Hidup
Bahagia
Akar menguat
Membopong dahan rapuh
Menyangga ranting kecil
Berbagi air dan oksigen
Selamanya
Setia
Ingin kucabut
Ingin kubabat
Runtuh lalu biarlah mati
Itu lebih baik
Tidak buruk
Aku enggan tumbuh dengan akar asing
TAKKAN PERNAH!

Gresik, Mei 2012
Hidayatul Ilmiah

Kamis, 11 September 2014

(masih)

Aku duduk bersama sisa penantian
Berbicara tentang arah yang tengah kau gapai bersama angin
Bercanda sambil minum kopi dengan kenangan yang tak bisa dihapus waktu
Aku mau kau tahu
Aku (masih) merindukanmu

Untukmu seseorang yang (masih) kutunggu..
Mijel, 050814

Noda di Sepatu

Di ujung sepatu ada noda
Sebelah kiri noda oli
Sebelah kanan noda kuah soto
Sepatu tiada peduli langkah membawanya menyapu terjal, memaksa berjalan menyusuri lumut
Sepatu bergurau nan menjengkelkan
" Bahkan tai kebo pun pernah kuinjak".

Mijel, 050814.